Keunikan Sistem Organisasi & Manajemen di Lingkungan Direksi

19 Jul

(Studi Kasus: PT BARALI CITRA MANDIRI)

Sentralisasi, benarkah melahirkan manajemen yang kaku & tidak memberi pelajaran secara berkesinambungan? PT Barali Citra Mandiri memberikan pelajaran berharga pada saya. Owner merangkap Direktur Utama PT BCM merupakan profil orang yang tidak menyukai birokrasi. Karena itu suatu keputusan, baik keputusan besar ataupun keputusan kecil, bisa saja diambil secara langsung oleh Direktur Utama. Tetapi terkadang keputusan besar atau kecil tersebut juga bisa diambil melalui Musyawarah Direksi, baik secara formal ataupun informal.

Sejauh yang saya ketahui, seseorang tidak akan suka apabila jatah pekerjaan mereka diambil secara sembarangan. Keleluasaan mereka di ambil tanpa diskusi terlebih dahulu. Tetapi kesan yang timbul ketika berbincang dengan manajemen, justru bukan ketidaksukaan, tetapi rasa kagum & bangga pada sang Direktur. Apakah yang sedang terjadi? It’s very interesting!

Saya mengingat momen pertama saat mencoba menghubungi General Manager perusahaan untuk menyampaikan surat permohonan Kerja Praktek. Tidak perlu birokrasi yang sulit ataupun perbincangan yang sengit untuk mendapatkan persetujuan. Pada awalnya, sempat terlintas di pikiran bahwa kemudahan ini merupakan bentuk penghargaan atau balas jasa karena dulunya Bapak General Manager & Drafter perusahaan pernah mengikuti pelatihan Solidworks yang tentornya adalah dosen dan Asisten Lab di jurusan dimana saya kuliah. Tetapi satu minggu pertama keberadaan saya diperusahaan ini sudah cukup untuk menghapus lintasan prasangka tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi? Saya merasakan profil & Aura yang sama dari seluruh management (bahkan para pekerja). Yakni kesan terbuka, keringanan hati dan tangan untuk membantu atau berbagi ilmu dan pengalaman. Bahkan GM nya sendiri yang mengajak berdiskusi, memberikan tips-tips cerdas, berbagi cerita, lalu diakhiri dengan anjuran untuk, ”Mulai bisnis ini segera, karena segala sesuatunya itu sebenarnya mudah.”

Dengan Karyawan? Saya tidak ragu untuk meyakinkan diri sesuai dengan pernyataan salah seorang dari mereka, ”disini kayak keluarga og mas, lihat aja GM dan direksinya, nyantai.” Dari perbincangan santai bersama beberapa orang Direksi, saya melihat rasa puas & kagum mereka pada sang Direktur, termasuk terhadap GM perusahaan. Mereka bangga menceritakan kisah perjuangan perusahaan ini mulai dari nol, bertahan menghadapi krisis dan tetap eksis hingga sekarang. Mereka juga Kagum dan bangga melihat kerja keras dan ketekunan sang Direktur. Dan yang paling penting, mereka yakin keberadaan mereka disini tidak saja untuk menjadi ’karyawan’ atau ’pekerja’ yang bisa diperintah dan dikendalikan layaknya mesin, tetapi mereka merasa dihargai sebagai manusia. Luar biasa!

Senin 19 Juli 2010
Kantor PT BCM

BANGUN!

19 Jul

Berkali-kali jatuh, bangun kembali
Jatuh bangun kembali, jatuh, bangun, jatuh, bangun
Bosan? Benci malah

Rasa sadar itu terkadang timbul
Tetapi terkadang hilang….lupa
Lalu tergantikan dengan keinginan semu & kecendrungan sia-sia
Gagal….

timbul dorongan….
Memaksa fitrah, untuk bertahan
Berteriak ditengah kebisingan
Memaksa untuk berkata, dengarkan aku!

Bosan….
Penuh tanda tanya pada Sang Pemberi Kehidupan
Apakah maksud semua ini?
Hingga ada bisikan…..
Bekerjalah….berusahalah….bertahanlah….

Teringat dengan kebosanan…..
Tetapi Dia tidak pernah bosan terhadapku
Benarkah?
Ya! Buktinya aku masih tetap bernyawa, dengan sejuta asa dan harap

Satu alasan saja itu saja, sudah cukup bagiku.
Lebih dari cukup untuk berkata…..bisa! pada dunia

RETORIKA & PUBLIC SPEAKING

19 Jul

Bismillah….
Teknik Retorika dan Public Speaking adalah soal keberanian dan Pengalaman, Mental dan Keyakinan, kekuatan dan ketangguhan, serta tidak pernah takut dengan kelemahan dan rasa malu. Retorika akan terasa bersih, kuat dan menusuk jika diucapkan oleh orang yang tidak menginginkan apapun kecuali untuk menguak kebenaran yang ia cari. Akan tetapi ia akan menjadi ucapan yang lebih tajam dan lebih beracun daripada pisau dan bisa ular, jika diucapkan oleh orang yang menginginkan keuntungan semu bagi dirinya sendiri.

Orator dan public speaker terbaik yang pernah dikenal oleh indonesia dan dunia ada beberapa orang: sebut saja nama Ir. Soekarno, M.Natsir dan H. Agus Salim. Meskipun masih banyak orator dan public speaker yang sebenarnya pantas disejajarkan dengan mereka, namun icon Indonesia ada pada tiga orang tersebut. Disebut icon karena (menurut penulis) mereka mewakili karakter dan kepribadian orang indonesia.

Ir. Soekarno merupakan icon utuh yang memperlihatkan bagaimana karakter kepemimpinan Indonesia seharusnya! Hingga detik ini, penulis belum pernah melihat satupun Presiden Indonesia yang menyamai keberanian, kecerdasan dan kelihaian beliau terutama bagaimana seharusnya martabat dan harga diri Indonesia di perlihatkan di podium dan arena-arena orasi/public speaking. Penulis masih mengingingat beberapa kalimat penting yang beliau ucapkan, seperti halnya banyak pemuda Indonesia mengingatnya.

Sedang Muhammad Natsir, merupakan Icon Indonesia yang memilki basic keilmuan dan kecerdasan yang kuat. Beliau adalah salah satu perdana menteri yang elegan dan mampu melahirkan ide original, dituangkan dalam bentuk buku yang hingga sekarang masih terpakai dan menjadi salah satu referensi bagi kebangkitan Indonesia. Konon katanya satu-satunya orang yang mampu mengalahkan pendapat yang dilontarkan oleh Ir. Soekarno dalam arena parlemen adalah M. Natsir itu sendiri.

Sedang H. Agus Salim merupakan Icon tentang kesederhanaan dan kebenaran yang apa adanya. Namun, dibalik keserhanaan tersebut tersimpan kekuatan yang bahkan (menurut penulis) jauh lebih dari kuat dari pada dua orang orator terbaik Indonesia sebelumnya (Ir Soekarno dan M. Natsir). Penulis belum pernah mendengar cerita satupun orang , presiden, menteri, diplomat atau siapapun warga Indonesia yang mampu membungkam seluruh negara dalam rapat dewan keamanan PBB kecuali pahlawan kita yang satu ini: H. Agus Salim. Beliau adalah teladan dalam pemikiran, ucapan dan simbolitas.

Ada 3 basic skills yang harus dimiliki oleh seorang orator/public speaker. Yakni: Keluasan Ilmu, Mental yang kuat, dan kefasihan dalam berbicara. Ketiga skill tersebut dilengkapi dengan pengalaman/jam terbang. Sebenarnya ada satu hal lagi yang menjadi faktor yang paling berpengaruh, yakni tujuan, maksud atau bisa juga disebut niat.

Seorang public speaker akan mampu berbicara jelas, runut dan dalam apabila ia memiliki keluasan dalam ilmu yang ia geluti. Walau tidak menutup kemungkinan ia juga bisa berbicara dalam bidang bidang ilmu yang lain secara umum. Skill pertama ini sangat penting, kekuatan dan kecerdasan dalam skill ini akan mempengaruhi wibawa seseorang ketika berbicara.

Bagaimana mendidik mental agar tidak demam panggung? Segala sesuatunya tergantung dari diri pribadi masing-masing. Ada yang sejak kecil, sudah terbiasa dengan iklim yang memaksanya untuk sering tampil menyatakan pendapatnya didepan orang-orang, baik keluarga sendiri atau teman-tamannya. Ada juga yang sejak kecil lebih banyak diam mendengarkan orang lain bicara. Tidak ada permasalahn dengan itu semua, karena kemapuan seorang public speaker dapat dimilki oleh siapa saja! Masing-masing akan bisa memilki karakter dan aura berbeda. Tinggal bagaimana kita Memulai untuk berani mengemukakan pendapat secara ilmiah.

Kefasihan dalam berbicara juga merupakan skill yang didapat dari penglaman. Fasih bukan berarti cepat dan tanpa hambatan. Fasih berarti mampu menyampaikan infomasi yang ingin kita beritahukan sehigga dapat difahami oleh kebanyakan orang. Walaupun seorang mampu berkata dengan lugas, cepat dengan intonasi yang berirama, dan dengan koleksi perbendaharaan kata yang segunung, semua itu akan percuma jika ujung-ujungnya para pendengar tidak memahami apa yang sedang dia bicarakan atau pesan apa yang ingin ia sampaikan.

Selanjutnya, bagaimana dengan dengan Niat & Tujuan . Permasalahan ini hanya dapat kita jelaskan dengan bahasa hati atau dengan bahasa spritual. Terkadang usaha manusia, sebuah skill yang luar biasa, ataupun sebuah kecerdasan yang seolah tak tertandingi, justru akan bisa takluk hanya dengan permasalahan kecil ini. Karena masalah ini adalah masalah hati, cinta dan kebenaran, maka ia juga hanya bisa disampaikan oleh jiwa-jiwa yang bersih dan benar. Benar dalam niat, benar dalam ekspresi, benar dalam teriakan, benar dalam spontanitas, benar dalam gerak, benar dalam kemarahan, benar dalam rasa sedih, benar dalam bertindak dan benar dalam membenarkan. Untuk saat ini, Tidak banyak orang yang mampu mencapai taraf ini.

Sekian, mudah-mudahan bermanfaat.

Wallahu’alam
Hasnul Ikhwan
LKMM Madya 2010 Fakt Peternakan UNDIP
Sabtu 10 Juli 2010

Syukur :)

29 Jun


Tulisan satu ini adalah salah satu bentuk rasa syukur q pada Allah swt.

Entah kenapa semua terasa sedang pengertian dengan kebutuhanku, bahkan peluang dan kesempatan untuk berbuat kebaikan seolah sedang terbuka lebar. Aq hanya melakukan suatu kebaikan yang kecil, suatu ikhtiar yang biasa, tetapi seolah satu kebaikan itu menghubungkan q dengan kebaikan yang lebih besar & Satu ikhtiar kecilku disambut dengan pintu kesempatan berkarya yang lebih besar. Aneh!

Kebutuhan-hikmah-bisnis-teman-ide-motivasi-ibadah-dakwah-sejarah-cita2-sekarang-masa lalu-………. Semua seolah memiliki mata rantai yang sama2 sedang mengulurkan tangannya pada ku…..ini baru pertama kali

Inikah maksud perkataanMu, ya Rabb….?
“Aku sesuai persangkaan hamba-Ku, Aku bersamanya bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (hadits Qudsi)

Geliat Islam Di Benua Piala Dunia (part 1)

23 Jun

Afrika saat ini tengah menjadi sorotan dunia. Apalagi kalau bukan karena dilaksanakannya event Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Bagaimana sebenarnya geliat Islam di benua itu?

Berapa jumlah yang tepat tentang Muslim di Afrika sebenarnya tidak diketahui, karena statistik demografi agama di benua ini tidaklah lengkap. Menurut World Book Encyclopedia, Islam adalah agama terbesar di Afrika, diikuti oleh Kristen. Encyclopedia Britannica menunjukkan bahwa 45% dari populasi Afrika adalah Muslim, 40% adalah Kristen dan kurang dari 15% adalah non-religi atau mengikuti agama-agama tradisional Afrika. Sejarah panjang agama-agama di benua Afrika diyakini menjadi menjadi sumber berbagai konflik, terutama di negara-negara di mana tidak ada mayoritas yang jelas, seperti Tanzania, Nigeria dan Pantai Gading.

Sejarah Islam di Afrika

Kehadiran Islam di Afrika dapat ditelusuri pada abad ketujuh ketika Nabi Muhammad meminta beberapa sahabat pengikutnya, yang menghadapi penganiayaan oleh penduduk pra-Islam untuk mencari perlindungan di seberang Laut Merah, atau Kerajaan Kristen Abyssinia (Ethiopia). Dalam tradisi Islam, peristiwa ini dikenal sebagai Hijrah pertama, atau migrasi. Ketika itu, Afrika menjadi tempat aman pertama untuk kaum Muslim dan tempat pertama kalinya Islam disebarkan di luar Semenanjung Arab. Tujuh tahun setelah kematian Rasul, pasukan Arab menyerbu Mesir, dan dalam dua generasi, Islam telah berkembang di Afrika Utara dan Maghreb Tengah.

Selama abad kedelapan belas dan kesembilan belas, konsolidasi jaringan perdagangan Muslim, yang dihubungkan dengan garis perdagangan dan persaudaraan antar-sufi, telah mencapai Afrika Barat. Hal ini memungkinkan umat Islam untuk menggunakan pengaruh politik yang luar biasa dalam kekuasaan. Demikian pula, dari pantai Afrika Timur, Islam menembus jalan darat. Ekspansi Islam di Afrika tidak hanya mengarah pada pembentukan masyarakat baru, tetapi juga masyarakat yang ada sebelumnya dan kerajaan yang berdasarkan model Islam.

Hari ini, Islam terutama terkonsentrasi di Afrika Utara dan Timur Laut, serta wilayah Sahel. Di sinilah yang telah membedakan berbagai kebudayaan, kebiasaan dan hukum-hukum di berbagai bagian benua Afrika.(eramuslim.com)

Putra Indonesia Raih Anugerah Buku Karya Terbaik di Malaysia

23 Jun

Selasa, 22/06/2010 14:04 WIB

Satu lagi seorang anak bangsa menorehkan kebanggan di luar negeri, DR. Kamaluddin Nurdin Marjuni yang merupakan dosen pada Universiti Sains Islam Malaysia berhasil meraih penghargaan atas karya bukunya.

Anugerah Kecemerlangan dan Inovasi USIM Tahun 2010 yang telah diadakan pada 15 Juni baru-baru ini. Sejumlah 94 orang pegawai USIM (Dosen & Administrasi) dianugerahkan dalam peringkat Pengabdian Cemerlang, di samping sejumlah 61 orang pula menerima Anugerah dalam peringkat Pengabdian Terpuji.

Selain itu sebanyak 10 anugerah khusus telah diberikan, seperti Anugerah Sumbangsih, Anugerah Penerbitan, Anugerah Penyelidikan, Anugerah Khidmat Masyarakat, Anugerah Kualiti Rektor dan Anugerah Pengurusan Maklumat.

Salah satu dari 10 anugerah Khusus diraih oleh DR. Kamaluddin Nurdin Marjuni, asal Indonesia, dengan menerima penghargaan khas dalam dunia penerbitan untuk kategori buku terbaik (Sains Sosial) 2009, adapun judul buku tersebut adalah:

موقف الزيدية وأهل السنة من العقيدة الإسماعيلية وفلسفتها

“POLEMIK AQIDAH FALSAFAH – ZAIDIYAH VS BATHINIYAH VS AHLU SUNNAH-”. Buku ini telah diterbitkan oleh Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Bairut – Lebanon, 10/2009, dengan tebal halaman: 480 halaman.(eramuslim.com)

Alam Semesta

23 Jun

pernahkah anda menonton film Avatar? Film yang konon terinsprasi dari perjalanan sang sutradara James Cameron sendiri kebalahan hutan belantara ini memang cocok kita jadikan sample tentang harapan dan bayangan manusia tentang surga. Setting film, effect gambar, cerita hingga bagaimana mata penonton dimanjakan dengan pemandangan yang indah seolah membuat kita ingin merasakan seperti apa hidup di dunia seperti itu.

Bagaimana dengan The Last Samurai? Kita tinggalkan sedikit cerita kepahlawan Tom Cruise nya, tetapi para pembuat film tidak akan bisa mengelak ketika kita mengatakan bahwa salah satu keunggulan film itu terdapat pada setting, keindahan budaya dan bagaimana masyarakat samurai itu sendiri hidup di alam mereka. maka, dalam salah satu statementnya, tokoh Nathan Algren yang diperankan Tom Cruise mengeluarkan satu kalimat yang baginya asing makna dan artinya, “SPRITUAL in this place.”

Alam semesta dengan segala isinya merupakan makhluk Allah yang telah diciptakan sebelum diciptakannya manusia. Disebut makhluk Tuhan karena ia melaksanakan satu-satunya titah Tuhan yang diamanahkan disetiap diri makhluk tersebut, yakni beribadah menyembah kepada-Nya, atau akrab kita dengar dengan kata bertasbih kepada-Nya. Ketika makhluk tersebut tidak melaksanakan titah tersebut, maka yang ia dapatkan hanyalah kehinaan dan kekacauan. Namun, apabila ia menaati titah Tuhannya , maka ia mendapatkan kebahagiaan dunia.

Tasbih alam semesta inilah yang melahirkan nuansa spiritual, karena apa? Karena ia melaksanakan titah Tuhannya, mengikuti siklus alam yang menjadi amanah bagi mereka.

Jadi, wajar jika dalam banyak potongan ayatnya, Al-Qur’an banyak menyebut-nyebut tentang pesona alam semesta, bumi dan segala isinya. Bahkan, tidak jarang Allah sendiri yang bersumpah atas keindahannya.
”Maka, Aku bersumpah dengan cahaya merah diwaktu senja, dengan malam dan apa yang diselubunginya, dan dengan bulan apabila ia purnama, sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).” (Al-Insyiqaaq: 16-19)

Begitu banyak dapat kita petik hikmah pasti yang telah dijanjikan Allah ini, namun kebanyakan manusia lalai dari nikmat yang natural ini. Tanpa kita mintapun Allah pasti memberikan nikmat Spritual ini, bahkan setiap hari. Jika saat itu adalah musim panas maka terbitnya matahari dipagi, pesona langit saat cerah atau berawan, dan saat terbenam matahari adalah hikmah yang memiliki cita rasa spritual yang tinggi. Musim hujan pun menjanjikan hal yang sama, semisal pelangi dan mekarnya berbagai tumbuhan. Tetapi pernahkan Allah, menjadikan setiap hari kita adalah hari yang kelam kelabu penuh rasa takut dan menghilangkan rasa harap?

Aduhai, betapa naifnya seorang manusia apabila tidak mampu mengambil manfaat dan meningkatkan mata hati spritualnya dari alam semesta yang telah diciptakan dengan sebaik-baiknya perhitungan oleh Allah swt,
”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 190-191)

Hasnul Ikhwan
23 Juni 2010