(Studi Kasus: PT BARALI CITRA MANDIRI)
Sentralisasi, benarkah melahirkan manajemen yang kaku & tidak memberi pelajaran secara berkesinambungan? PT Barali Citra Mandiri memberikan pelajaran berharga pada saya. Owner merangkap Direktur Utama PT BCM merupakan profil orang yang tidak menyukai birokrasi. Karena itu suatu keputusan, baik keputusan besar ataupun keputusan kecil, bisa saja diambil secara langsung oleh Direktur Utama. Tetapi terkadang keputusan besar atau kecil tersebut juga bisa diambil melalui Musyawarah Direksi, baik secara formal ataupun informal.
Sejauh yang saya ketahui, seseorang tidak akan suka apabila jatah pekerjaan mereka diambil secara sembarangan. Keleluasaan mereka di ambil tanpa diskusi terlebih dahulu. Tetapi kesan yang timbul ketika berbincang dengan manajemen, justru bukan ketidaksukaan, tetapi rasa kagum & bangga pada sang Direktur. Apakah yang sedang terjadi? It’s very interesting!
Saya mengingat momen pertama saat mencoba menghubungi General Manager perusahaan untuk menyampaikan surat permohonan Kerja Praktek. Tidak perlu birokrasi yang sulit ataupun perbincangan yang sengit untuk mendapatkan persetujuan. Pada awalnya, sempat terlintas di pikiran bahwa kemudahan ini merupakan bentuk penghargaan atau balas jasa karena dulunya Bapak General Manager & Drafter perusahaan pernah mengikuti pelatihan Solidworks yang tentornya adalah dosen dan Asisten Lab di jurusan dimana saya kuliah. Tetapi satu minggu pertama keberadaan saya diperusahaan ini sudah cukup untuk menghapus lintasan prasangka tersebut.
Apa yang sebenarnya terjadi? Saya merasakan profil & Aura yang sama dari seluruh management (bahkan para pekerja). Yakni kesan terbuka, keringanan hati dan tangan untuk membantu atau berbagi ilmu dan pengalaman. Bahkan GM nya sendiri yang mengajak berdiskusi, memberikan tips-tips cerdas, berbagi cerita, lalu diakhiri dengan anjuran untuk, ”Mulai bisnis ini segera, karena segala sesuatunya itu sebenarnya mudah.”
Dengan Karyawan? Saya tidak ragu untuk meyakinkan diri sesuai dengan pernyataan salah seorang dari mereka, ”disini kayak keluarga og mas, lihat aja GM dan direksinya, nyantai.” Dari perbincangan santai bersama beberapa orang Direksi, saya melihat rasa puas & kagum mereka pada sang Direktur, termasuk terhadap GM perusahaan. Mereka bangga menceritakan kisah perjuangan perusahaan ini mulai dari nol, bertahan menghadapi krisis dan tetap eksis hingga sekarang. Mereka juga Kagum dan bangga melihat kerja keras dan ketekunan sang Direktur. Dan yang paling penting, mereka yakin keberadaan mereka disini tidak saja untuk menjadi ’karyawan’ atau ’pekerja’ yang bisa diperintah dan dikendalikan layaknya mesin, tetapi mereka merasa dihargai sebagai manusia. Luar biasa!
Senin 19 Juli 2010
Kantor PT BCM











Recent Comments